Minggu, 12 Agustus 2012

Laporan Penggunaan Dana " BUKBER "

Laporan Penggunaan Dana

Foto bersama

Pada hari ini Selasa tanggal 07 bulan Agustus tahun 2012, telah diselenggarakan acara buka puasa bersama Panti Asuhan “ AL AMIN “ Muara Badak Ulu bekerja sama dengan Komunitas Digital Fotografer Muara Badak ( DIAFRAGMA ), GOLD, STUDIO 5 dan HERBALIFE dengan dana yang terkumpul sebesar Rp. 2.350.000 ( Dua Juta Tiga Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah ) dan Sumbangan 2 Dus Teh Kotak dengan rincian anggaran :
Pemakaian Dana
No.
Uraian
Debet
Kredit
1.
Besar dana
Rp. 2.350.000

2.
Pembuatan Nasi Kotak @Rp. 20.000 x 50

Rp. 1.000.000
3.
Pembelian Al-Qur’an

Rp. 100.000
4.
Sisa dana

Rp. 1.250.000

Total
Rp. 2.350.000
Rp. 2.350.000

Sisa dana diserahkan kepada pihak Panti asuhan sebesar Rp. 1.250.000 ( Satu Juta Duratus Lima Puluh Ribu Rupiah ) untuk keperluan Panti Asuhan.

Demikian laporan ini dibuat agar dikemudian hari dapat dipertanggung jawabkan apabila terdapat kekeliruan. Dan kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga acara ini dapat terselenggara dengan baik.

Wassalam....

Penyerahan Tali Asih
Penyerahan Simbolis

Laporan Kas Diafragma

Laporan Kas Diafragma
Periode Agustus 2012
12 Agustus 2012



No
Tanggal
Uraian
Debet
Kredit
1
11
Partisipasi 
Rp. 120.000
-
2
11
Pembuatan Spanduk 3x1 @Rp. 18.000
-
Rp. 54.000
3
11
Sisa Dana ( kas )
-
Rp. 116.000
4
12
Partisipasi 
Rp. 50.000
-
-
13
Total
Rp. 170.000
Rp. 170.000




Laporan Kas Diafragma
Periode Desember 2012
17 Desember 2012
No
Tanggal Uraian Debet Kredit
1 17 Saldo Terakhir 12 Agustus 2012                 170,000 0
2 Pembuatan Spanduk Idul Adha                    75,000
3 Pembuatan Stempel                    70,000
4 17 Partisipasi                  500,000
5 17 Sisa Dana ( kas )                 525,000
6 17 Total                 670,000                 670,000

Selasa, 31 Juli 2012

35 FOTOGRAFER KAWAKAN MAGNUM MEMBERI NASEHAT PADA PEMULA

Beberapa waktu lalu blog agensi fotografi legendaris, Magnum Photos, membuat sebuah artikel berisi nasihat 35 fotografer magnum kepada fotografer pemula (sayang artikel asli sudah tidak bisa dilink). Disini kami sarikan isi ke-35 nasihat tersebut dengan terjemahan yang kami permudah dan  kami  persingkat. Untuk membaca versi asli yang lebih panjang, anda bisa mendownload artikel aslinya dalam format PDF disini (bahasa Inggris).



Berikut ke-35 nasihat tersebut:

Abbas: “Belilah sepasang sepatu yang nyaman, dan mulailah jatuh cinta”.

Alex Majoli: “Banyak-banyak membaca sastra dan sesedikit mungkin mengamati karya foto orang lain. Bekerjalah setiap hari meski tanpa uang ataupun penugasan, bekerjalah dengan disiplin untuk dirimu sendiri bukan untuk yang lain. Dan berkolaborasilah dengan orang yang anda kagumi.”

Alex Webb: “Memotretlah karena kamu mencintainya, dan karena bagimu hadiah terbesarnya adalah proses memotret itu sendiri”

Alec Soth: “Cobalah semuanya. Fotojurnalisme, portrait, fashion… apapun. Kamu tidak akan tahu mana yg cocok sebelum pernah mencobanya”

Alessandra Sanguinetti: “Saya setuju dengan Bob Dylan: jaga selalu kepalamu dan jangan lupa selalu bawa bola lampu yg bagus (ide)”

Bruce Gilden: “Fotolah siapa sejatinya dirimu!”

Carl De Keyzer: “Kerahkan semuanya dalam 5 tahun pertama, baru putuskan apakah kamu punya skill yg cukup atau tidak”

Christopher Anderson: “Buatlah foto yang kamu merasa terdorong membuatnya, mungkin dari sana akan terbentang karir”

Chris Steele-Perkins: “Potretlah sebanyak-banyaknya, depresilah karena foto tersebut, lalu fotolah lagi. Asah terus skill dan berinteraksilah dengan dunia”

Constantine Manos: “Foto bagus itu mudah, foto yang sangat bagus itu susah, foto yang luar biasa hampir mustahil”

David Alan Harvey: “Anda harus tahu ingin “berkata” apa. Harus punya ide yang bisa diwujudkan, punya pikiran & perasaan”

Donovan Wylie: “Berusaha untuk menemukan “suaramu” sendiri, subyekmu sendiri. Baca buku Waffenruhe karya Michael Schmidt”

David Hurn: “Fotografer berarti harus banyak berjalan, maka belilah sepasang sepatu yang nyaman. jadilah fotografer karena panggilan jiwa”

Dennis Stock: “Carilah waktu utk memotret tema yang kamu tertarik, sesimpel atau serumit apapun itu”

Eli Reed: “Amati kehidupan bergerak spt sungai disekitarmu, dan sadari bahwa fotomu bisa menjadi bagian dari sejarah kolektif”

Elliott Erwitt: “Pelajari foto karya fotografer terdahulu dan lukisan klasik, lihat dan belajar dari film”

Lise Sarfati: “Membaca yang banyak dan buat duniamu sendiri, pelajari bagaimana membuat seri foto. Inovatif & jadilah diri sendiri”

Martine Franck: “Keluarlah dan memotretlah! Pelajari bahasa asing, tonton film, baca buku, kunjungi museum, perluas wawasan!”

Harry Gruyaert: “Jadilah diri sendiri, jangan mengkopi siapapun”

Hiroji Kubota: “Berkelanalah ke berbagai tempat, sadari betapa majemuk dan beragam dunia ini”

John Vink: “Terus tanyai dirimu sendiri. Dorong, garuk, gali, lalu dorong lebih jauh lagi. Berhentilah kalau sudah tidak menyenangkan lagi”

Jonas Bendiksen: “Fotografi itu sebuah bahasa, pikirkan apa yang ingin bincangkan”

Larry Towell: “Jadilah diri sendiri dan lihatlah keluar”

Mark Power: “Jika anda punya sesuatu utk disampaikan, atau lbh baik lagi punya cara penyampaian inovatif maka kesempatan terbuka lebar”

Martin Parr: “Cari sesuatu yang kamu punya hasrat, maju dengan obsesi tersebut secara elegan, maka kamu akan memiliki sebuah proyek yang hebat”

Mikhael Subotzky: “Teguh dengan satu proyek dalam waktu yang lama, teruslah kerjakan melwati beberapa tahap belajar”

Olivia Arthur: “Keluar dan lakukan hal yang benar-benar kamu ingini sebelum kamu terikat pada sesuatu”

Paolo Pellegrin: “Setiap kali menekan shutter, kamu memberi suara pada pikiran dan opinimu. Jadilah orang yang melek dengan lingkungan dan akrab dengan sekitar”

Patrick Zachmann: “Pergilah ke pameran, lihat buku dan buat proyek personal dimana kamu merasa memiliki pendekatan yang unik”

Peter Marlow: “Belajar mempercayai insting dan jangan hiraukan apa kata orang. Bekerja keraslah namun tetap nikmati”

Steve McCurry: “Fotografi membutuhkan banyak dedikasi, hasrat dan kerja keras. Temukan “tempat”mu sendiri, gali dalam-dalam lalu ukirlah dengan hatimu sehingga menhadi istimewa”

Stuart Franklin: “Ikuti kata hatimu dan jangan pernah menyerah”

Susan Meiselas: “Galilah dalam-dalam, ikuti insting dan percayalah pada keingintahuanmu”

Thomas Dworzak: “Hiduplah secara intens, penuh hasrat. Lalu sekali sudah tahu basic-nya, lupakan soal fotografinya, fokus pada isinya”

Trent Perke: “Fotolah apa yang terdekat bagimu dan hal yang kamu nikmati serta tertarik. Buat semua prosesnya menyenangkan dan simpel”

Tambahan

Diafragma :
- Keindahan sebuah foto terkadang lahir dari bagaimana foto tersebut di abadikan... Indahnya sebuah proses
- Fokus pada satu titik, dan nikmati hasilnya ( Pencapaian sebuah mimpi )

Via Eric Kim, baca lebih jauh tentang Magnum Photos.

Sumber : belajarfotografi