Jumat, 04 Februari 2011

Membersihkan sensor kamera digital sendiri

Masih membahas, karna ada beberapa bacaan yang menawarkan cara yang mungkin bisa di terapkan oleh pembaca....
Berbeda dengan kamera film, kamera digital memiliki satu kekurangan yaitu kemungkinan kotornya sensor. Kotornya sensor ini bisa disebabkan oleh seringnya berganti-ganti lensa saat pemotretan dilapangan yang rentan debu, seringnya mengganti posisi focal length pada lensa zoom, atau memang ada bagian peredam didalam kamera yang rontok/aus dengan sendirinya.

Inti dari masalah kotor ini sebenarnya sederhana, yaitu kita perlu membersihkan sensornya sesekali, sebagaimana servis berkala pada kendaraan bermotor. Sekaligus men-cek apakah bagian-bagian yang berhubungan cukup baik kinerjanya.

Kamera film juga mengalami kotor ini, namun karena film merupakan perekam informasi yang berpindah, otomatis debu yang ada saat itu terbawa dengan filmnya. Jadi debunya tidak terakumulasi ditempat yang sama, meski memakan korban berupa frame foto yang ternoda. Kadang kita berpikir akan lebih baik memakai film yang debunya tidak bertambah sedikit demi sedikit, namun ternyata justru debu yang sesekali ada akan terekam selamanya pada frame tersebut dan pada media film akan lebih sukar untuk merestorasinya. Berbeda dengan file digital yang bisa di-retouch dengan mudah tentunya.

Debu pada sensor digital bisa dibagi menjadi dua : pertama partikel kering diudara yang tertarik akibat listrik statis pada permukaan sensor (debu), dan yang kedua adalah percikan uap/cairan diudara yang memang banyak beredar saat kelembaban tinggi. Untuk debu bisa dibersihkan dengan bantuan blower/jumbo blower yang banyak dijual di toko-toko kamera. Pakailah blower dengan bagian pengarah (nozzle) menyatu dengan dengan bagian pompanya, atau minimal masih terikat erat. Bila ada kemungkinan nozzle (biasa berwarna merah) lepas dari pompanya saat pompa digenggam, segera ganti. Nozzle yang terlempar ke sensor akan mengakibatkan kerusakan sensor dan ini tidak termasuk dalam garansi pabrik maupun toko.

Bila ada blower-brush, yaitu blower dengan kuas di-nozzle-nya, buka terlebih dahulu. Kuas itu terlalu keras untuk digesekkan pada sensor, karena memang bukan ditujukan untuk pemakaian tersebut. Untuk pemakaian aerosol-can/compressed-gas, jauhkan kalengnya dari sensor agar tidak terlalu besar tekanan anginnya. Juga lepaskan nozzle tambahan yang mirip sedotan dari logam itu, karena seringkali copot dan menembak sensornya. Pemakaian compressed-gas ini memang tidak direkomendasikan karena udara dalam kaleng bertekanan tinggi bisa menyebabkan penurunan temperatur mendadak, dan ini tidak baik untuk alat elektronik yang terbuka (transducer).

Beberapa kamera digital modern memiliki kemampuan membersihkan sendiri (self-cleaning) sensornya, ini hanya ditujukan pada kotoran debu. Debu yang tercampur dengan uap air akan menjadi lumpur (mud) dan tidak bisa dibersihkan dengan self-cleaning, blower maupun compressed-gas. Untuk membersihkan bisa dengan bantuan tissue sensor yang biasa dijual ditoko kamera profesional, terutama yang menjual digital back. Digital back adalah magazin kamera format medium atau format besar yang isinya berupa sensor dan rangkaian pendukungnya.

Cara mengelapnya adalah sebagai berikut : pasang tissue pada penjepit (pinset) plastik sehingga seluruh permukaan pinset tertutup tissue. Basahi tissue dengan cairan pembersih, biasanya isopropil alcohol, sehingga terlihat berubah warna namun tidak berlebihan. Berlebihan akan menyebabkan cairan membasahi titik-titik kontak sensor, dan harus dikeringkan agar tidak terjadi hubungan pendek. Buka lensa kamera DSLR, posisikan pada moda exposure Manual, setel kecepatan hingga B (bulb). Pastikan batere kamera terisi penuh dan sehat. Telentangkan kamera sehingga terlihat isi dalamnya, tekan dan tahan tombol release. Saat ini terlihat sensor yang berkilauan. Usapkan tissue pada pinset dari kiri-ke-kanan berkala dari atas-ke-bawah. Tidak boleh digosok maju-mundur karena lumpur yang terhapus jadi kembali. Dalam satu-dua usapan miringkan sedikit pinsetnya agar sensor mengenai bagian tissue yang bersih. Lalukan hingga bersih dari noda sapuan.

Untuk membantu memegang tombol release bisa dengan bantuan kabel remote, dan pastikan tombol penggesernya diaktifkan, jadi bukan cuma ditekan saja. Jangan memakai remote inframera/radio karena posisi kamera yang berubah bisa memutus koneksi dengan remotenya tiba-tiba. Ada beberapa mekanik yang sudah terbiasa/ahli dan hanya menetapkan shutter pada 4-8detik. Jadi benar-benar berisiko tinggi, meski hal ini beralasan untuk memperpanjang umur sensor.

Kamera prosumer dan DSLR dengan pelindung sensor seperti Sigma SD-9, SD-10 tidak bisa dicapai sensornya. Demikian harus dibawa ke pusat servisnya. Digital back justru paling mudah dibersihkan karena sensornya terbuka sehingga pemakaian pinset hampir tidak perlu.

Mengapa harus memakai batere yang penuh dan sehat? karena terbukti pemakaian adaptor tidak menjamin shutter tetap terbuka mengingat listrik rumah bisa mendadak mati. Batere yang tidak sehat juga akan menurunkan tegangan mendadak meski arusnya masih ada, dan itu juga membuat shutter menutup. Bila suatu ketika terjadi penutupan tiba-tiba dan tissue terjepit, segera ganti batere dengan yang sehat dan buka kembali dengan metode diatas. Terjepitnya shutter dalam waktu yang lama akan membuat bilah shutter (shutter blade) melengkung dan penyok. Harus diganti kemudian dan harganya wah.

Perhatikan pinset untuk pemegang tissue berbahan plastik untuk menekan listrik statis pada sensor, dan lebih lentur saat menekan permukaan sensor dibanding pinset logam. Dulu sempat ada pinset kayu/bambu, ini juga baik.

Usahakan selalu men-cek kebersihan sensor secara berkala, karena bila lumpur mengendap terlalu lama, akan menjadi kerak dan sukar dibersihkan meski dilap berulang kali. Kalau sudah begini perlu dibawa ke pusat servis karena cairan pembersihnya berbeda, lebih kuat dibanding pembersih biasa.

Bila tidak mau membersihkan sensor sendiri, kamera bisa dibawa ke pusat servis seperti Alta Nikindo (Nikon), Datascrip (Canon), JPC-kemang, Oktacare dan lain sebagainya. Saya kira semua pusat servis kamera digital SLR mampu melakukannya. Cuma ngga selalu bisa
ditunggu seperti JPC atau lainnya. Karena mereka juga punya antrian servis kadang kita harus menitipkan barang sehari-dua. Pengerjaannya sendiri mudah.

Ada yang menawarkan pembersihan bertahap, bila cuma debu kena sekian rupiah. Bila kurang bersih karena ada lumpurnya, tambah sekian rupiah. Kamera-kamera yang memiliki kemampuan self-cleaning, sudah pasti bebas debu. Yang tersisa adalah lumpur dan kerak. Jadi bila kamera kita cukup modern, pastikan servis yang lengkap. Untuk kamera non-self cleaning gunakan blower.

Kadang kita berpikir sensor bahwa membersihkan sensor tidak memerlukan waktu yang lama, ada benarnya juga meski sebenarnya ada aturan baku agar hasilnya sesuai dengan standar pabriknya. Kemungkinan yang timbul akibat sensor seringdibersihkan adalah, pertama cairan kotoran tidak sepenuhnya terangkat sehingga timbul melesetnya fokus atau warna partial pada daerah tertentu. Bisa ditanggulangi dengan pembersihan ulang. Kedua akibat tekanan telalu keras posisi sensor berubah sehingga kontaknya ada yang terlepas atau bahkan isi sensor berubah. Pernah dengar proses pelepasan anti-aliasing filter untuk diganti inframerah? salahsatu penyebab melesetnya fokus adalah kurang eratnya pemasangan filter inframerah yang kemudian dilap berlebihan. Ini juga bisa ditanggulangi dengan penempatan ulang (re-aligning). Misal kamera kita dibersihkan sensornya dan kemudian secara tidak sengaja berubah setelannya, umumnya pusat servis tidak menyadari hal ini sampai kita mengeluhkannya. Hal ini disebabkan pengetahuan mereka kurang dalam hal pencapaian gambar terbaik, sekedar hanya bisa mengelap. Belum lagi proses penggantian filter inframerah internal, sewajarnya proses pembersihan tidak bisa dilakukan oleh pusat servis lagi karena berbeda. Ini mirip analogi mengubah mesin mobil Toyota untuk keperluan balap jalanraya. Sudah pasti Auto2000 tidak menerima lagi tune-up disana karena isi mesin sudah diacak-acak. Bilamana diterima, itu karena bengkelnya tidak tahu kondisi isinya. Pesan saya, bila ingin berbuat sesuatu dengan sensornya, lakukan dengan resiko sendiri. Jangan setelah gagal kembali ke pusat servisnya.

Kamera dengan kemampuan self-cleaning akan mengumpulkan debu dibawah cermin untuk kemudian dibuang saat dibuka. Hal ini bisa dibersihkan sekaligus saat membersihkan sensor. Sebelum cermin diangkat, semprotkan blower dulu ke rongga hitam tempat cermin berada. Kalau memang debu sudah banyak sekali berada disana dan shutter langsung dibuka, justru debu tadi ikut menempel pada sensor berlistrik statis.

Nanti setelah selesai dibersihkan, ikuti pengujian berikut; pertama potretlah ke arah tembok/dinding yang warnanya cukup rata tanpa menggunakan lensa. Cari setelan exposurenya hingga didapat hasil lumayan terang. Lihat hasilnya di komputer. Bila ada kotoran, kotoran itu cukup besar sehingga terlihat meski tanpa lensa. Hal ini juga untuk menguji meratanya kepekaan sensor akibat tekanan atau usia pemakaian. Bilamana ada daerah yang gelap/vignette, nanti akan dibandingkan dengan kamera saat memakai lensa.

Kedua diulangi hal yang sama dengan lensa terpasang. Tentu saja sistem autofokus harus dialihkan ke manual, karena bila obyeknya fokus, kotoran yang timbul mungkin memang ada ditemboknya. Apakah hasilnya cukup merata? Bila ada vignette bisa disebabkan lensanya. Ulangi pada setelan diafragma berbeda.

Yang ketiga/terakhir, coba memotret resolution-chart, tabel penguji ketajaman yang biasa digunakan untuk menguji lensa. Ingat , tabel ini hanya berfungsi untuk menguji lensa bila sensornya tepat. Kali ini justru untuk menguji sensornya. Pastikan tajam disemua daerah. Sukar ya? kalau begitu biarkan pusat servis yang melakukannya untuk kita deh.

ada beberapa juga yang d tawarkan d fotografer net untuk membersihkan lensa dan sensor... :::

a. Eviteo Wipes Set: tisu pembersih lensa
Satu kotak terdiri dari 10 tisu basah dan 10 tisu pengering.
Cairan di tisu basah adalah cairan pembersih, tisu pengering bersifat menyerap cairan.
Bisa digunakan untuk membersihkan layar LCD, monitor, kacamata.

b. Eviteo Sensor Clean: gel pembersih sensor
Pembersih sensor kamera (CCD, CMOS), memindahkan debu ke gel karet yang berdaya rekat, kemudian debu dipindah ke kertas pembersih (semacam stiker).
Bisa juga untuk membersihkan lensa dan bagian optik lainnya.

Di kutip dari http://alexhartawanflash.multiply.com & http://bursa.fotografer.net

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar